LAPORAN HASIL OBSERVASI
BURUNG MURAI BATU
Oleh: Stefanus Narendra Aji Raditia (XMIPA/21)
Murai batu (Copsychus Malabaricus) juga dikenal sebagai kucica hutan. Burung Murai Batu ini digolongkan ke dalam famili Muscicapidae atau burung cacing. Murai batu merupakan kelompok burung yang dikenal sebagai teritorial dan sangat kuat dalam mempertahankan wilayahnya (Thruses). Burung Murai Batu merupakan kelompok burung yang digemari dikalangan para pecinta kicauan karena memiliki suara atau spesifikasi kicauan yang sangat baik. Habitat asli burung murai batu ini cenderung memilih hutan alam yang rapat atau hutan sekunder. Salah satu jenis burung murai batu yaitu, Burung Murai Batu Borneo.
Burung Murai Batu Borneo adalah salah satu jenis burung murai yang masih terbagi menjadi tiga spesies atau ras. Adapun ras yang pertama adalah ras Banjar. Dan ras yang kedua adalah ras Mahkota, serta yang ketiga adalah ras Palangka. Ketiga jenis spesies ini berasal dari daerah yang nyaris berbeda di kawasan Kalimantan. Adapun ciri-ciri khusus dari Muara Borneo adalah ia memiliki ekor yang berbeda, khususnya dari sisi warna bagian bawah ekor, kalau berbunyi sering menggembungkan perut dan bunyinya sangat merdu sehingga diminati diberbagai kalangan kicau mania, serta ukuran ekor yang panjang kira-kira 15cm.
Jenis burung Murai Batu yang lain ialah Murai Batu Medan. Murai Medan adalah salah satu jenis burung Murai terbaik dari keseluruhan yang hidup di Indonesia. Jenis burung ini ternyata sudah mengalami penyebaran khususnya dikawasan Pulau Sumatera, Kalimantan, dan beberapa yang lain disekitar Pulau Jawa. Jenis burung ini sudah sangat banyak dicari dan diminati orang. Burung ini memiliki ekor yang berukuran sekitar 25-30cm.
Selanjutnya, adalah burung Murai Batu Malaysia. Burung Murai Batu Malaysia adalah jenis burung yang ada disekitar kawasan Malaysia. Ekor Murai Malaysia sendiri amat mirip dengan Murai medan. Namun, ada juga murai yang ekornya pendek misalnya Murai Kalimantan dan Borneo. Burung unik ini ekornya bisa dibilang sangat panjang bahkan mencapai 29-30cm. Adapun ciri-ciri dari bentuk ekornya adalah amat tipis namun semacam lentur.
Manfaat yang didapat dari burung Murai Batu ini adalah bisa diternak lalu dijual dan mendapatkan uang.
